Pembagian Isim ditinjau
dari segi jenisnya dibagi atas 2:
a. Isim Mudzakkar Haqiqi
b. Isim Mudzakkar Majazi
a. Isim Mudzakkar Haqiqi: Isim yang berasal dari kelompok makhluk hidup yang berjenis kelamin laki-laki.
Contoh :
تِلْمِيْذٌ ~ tilmiizun = seorang siswa laki-laki
أَسَدٌ ~ asadun = seekor singa jantan
b. Isim Mudzakkar Majazi: Ism yang berasal dari kelompok benda mati yang dianggap berjenis kelamin laki-laki berdasarkan kesepakatan orang arab.
Contoh:
بَيْتٌ ~ baitun = sebuah rumah
قَمَرٌ ~ qamarun = bulan
a. Isim Mudzakkar Haqiqi
b. Isim Mudzakkar Majazi
a. Isim Mudzakkar Haqiqi: Isim yang berasal dari kelompok makhluk hidup yang berjenis kelamin laki-laki.
Contoh :
تِلْمِيْذٌ ~ tilmiizun = seorang siswa laki-laki
أَسَدٌ ~ asadun = seekor singa jantan
b. Isim Mudzakkar Majazi: Ism yang berasal dari kelompok benda mati yang dianggap berjenis kelamin laki-laki berdasarkan kesepakatan orang arab.
Contoh:
بَيْتٌ ~ baitun = sebuah rumah
قَمَرٌ ~ qamarun = bulan
Isim
mudzakkar terbagi dua
- Mudzakkar haqiqi (مذكر حقيقي) yakni mudzakkar yang menunjukkan manusia dan hewan.
Contoh :
أَبٌ (abun) = bapak
أَسَدٌ (asadun) = singa
- Mudzakkar majazi (مذكر مجازي) yakni mudzakkar yang tidak menunjukkan manusia dan hewan.
Contoh :
بَيْتٌ (baitun) = rumah
إِنَاءٌ (inaaun) = bejana
- Mudzakkar haqiqi (مذكر حقيقي) yakni mudzakkar yang menunjukkan manusia dan hewan.
Contoh :
أَبٌ (abun) = bapak
أَسَدٌ (asadun) = singa
- Mudzakkar majazi (مذكر مجازي) yakni mudzakkar yang tidak menunjukkan manusia dan hewan.
Contoh :
بَيْتٌ (baitun) = rumah
إِنَاءٌ (inaaun) = bejana
ISIM DHAMIR MUTTASHIL
وَذُو اتِّصَالٍ مِنْهُ مَا
لاَ يُبْتَدَا ¤ وَلاَ يَلِي إلاَّ اخْتِيَــــارَاً
أبَــدَا
Dhomir yg berstatus Muttashil adalah
Isim Dhomir yang tidak bisa dijadikan permulaan dan tidak boleh mengiringi إلا selama masih bisa memilih
demikian.
كَالْيَاءِ وَالْكَافِ مِنِ
ابْني أكْرَمَكْ ¤ وَالْيَــاءِ وَالْهَا مِنْ
سَلِيْهِ مَا مَلَكْ
Seperti Ya’ dan Kaf dari contoh
lafadz: ابْني أكْرَمَكْ (Ya’ Mutakallim dan Kaf Mukhothob),
dan seperti Ya’ dan Ha’ dari contoh lafadz: سَلِيْهِ مَا مَلَكْ
(Ya’ Mukhotobah dan Ha’ Ghoib)
وَكُـلُّ مُضْمَرٍ لَـهُ
الْبِنَا يَجِبْ ¤ وَلَفْظُ مَا جُرَّ
كَلَفْظِ مَا نُصِبْ
Semua Dhomir wajib Mabni. Lafadz
Dhomir yang dijarrkan, sama bentuknya dengan lafadz Dhomir yang dinashobkan.
لِلرَّفْعِ وَالْنَّصْبِ
وَجَرَ نا صَلَحْ ¤ كَاعْـرِفْ بِنَا
فَـإِنَّنَا نِلْـنَا الْمِـنَحْ
Dhomir Muttashil نا mencocoki semua bentuknya dalam mahal Rofa’, Nashob, dan
Jarrnya. Seperti contoh lafadz: اعْرِفْ بِنَا فَإِنَّنَا نِلْنَا الْمِنَحْ ( ket. بنا = Mahal Jarr, فَإِنَّنَا =
Mahal nashab, نِلْنَا =
Mahal rofa’)
وَأَلِفٌ وَالْــوَاوُ
وَالْنُّوْنُّ لِمَا ¤ غَابَ وَغَيْرِهِ
كَقَامَا وَاعْلَمَا
Alif, Wau dan Nun, termasuk Dhomir
Muttashil untuk Ghoib juga Hadhir. Seperti contoh: قَامَا (Alif Dhomir Muttashil Ghoibain,
artinya: “mereka berdua telah berdiri”) dan contoh: اعْلَمَا (Alif Dhomir Muttashil
Mukhothobain, artinya: “ketahuilah kalian berdua!”).
A. Isim Ghoiru Shohih Akhir1. Isim Maqshur
Isim Maqsur adalah isim yang diakhiri dengan huruf alif lazimah.
Alif lazimah adalah huruf alif yang senantiasa melekat di akhir dari suatu kata. Alif lazimah terkadang tertulis dengan huruf ya’, akan tetapi dalam pengucapannya tetap dibaca sebagai huruf alif.
Contoh:
اَلْهُدَى (Petunjuk)
اَلْفَتَى (Remaja)
اَلْعَصَا (Tongkat)
2. Isim Manqush
Isim Manqush adalah isim yang diakhiri dengan huruf ya’ lazimah dan huruf sebelumnya berharokat kasroh.
Contoh:
اَلْهَادِي (Pemberi petunjuk)
اَلْقَاضِي (Hakim)
اَلدَّاعِي (Penyeru)
3. Isim Mamdud
Isim Mamdud adalah isim yang diakhiri dengan huruf hamzah dan sebelumnya berupa alif za’idah (tambahan).
Contoh:
صَحْرَاءُ (Padang pasir)
سَمَاءٌ (Langit)
اِبْتِدَاءٌ (Permulaan)
B. Isim Shohih Akhir
Semua isim yang tidak masuk dalam kategori Isim Maqshur, Manqush ataupun Mamdud.
Contoh:
خَيْلٌ (Kuda)
حِمَارٌ (Keledai)
ثَوُبٌ (Baju)
Catatan:
1. Jika isim mamdud berupa isim jamak, maka ia tidak boleh ditanwin.
2. Jika isim mamdud merupakan isim muannats, maka ia tidak boleh ditanwin.
3. Semua isim yang diakhiri dengan huruf-huruf shohih (kecuali hamzah) maka dia adalah isim shohih akhir.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar